Sifilis adalah salah satu Penyakit Kelamin. Dapat ditularkan melalui persetubuhan juga melalui kegiatan berciuman. Walaupun begitu, sifilis rupanya dapat pula ditularkan seorang ibu hamil pada anak yang berada dalam kandungannya.

Seringnya gejala sifilis yang muncul berbeda-beda. Gejalanya pun terkadang tidak disadari oleh perempuan yang ternyata telah terinfeksi. Tidak sedikit kasus salah diagnosis sebab penyakit sifilis sering meniru gejala penyakit lain. Perlu diadakan tes lebih lanjut untuk mengklasifikasikannya.

Bila tidak diberi penanganan yang tepat atau pun cepat, sifilis bisa membawa dampak kerusakan sistem saraf jantung dan otak.

Gejala yang sering dikeluhkan antara lain, pada perempuan biasanya ditemukan ruam merah yang terasa gatal. Sedangkan pada pria akan merasa ngilu atau nyeri saat buang air seni. Kelainan ruam kemerahan pada telapak tangan dan kaki pun sempat dilaporkan oleh beberapa pengidap sifilis.

Keluhan lebih lanjut bisa berupa pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Beberapa kasus malah mengemukakan timbulnya kutil di sekitar alat kelamin dan anus.

Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pengobatan antara lain dengan pemberian penisilin atau antibiotik lainnya. Bisa dengan dosis yang diminum atau dengan penyuntikan.

Mengonsumsi makanan berkalsium tinggi juga diyakini dapat membantu proses penyembuhan.

Mengontrol aktivitas seks dengan memakai kondom belum tentu dapat lolos dari sifilis secara mutlak. Baiknya demi mencegah penularannya, pastikan pasangan anda negatif sifilis. Satu-satunya cara terbaik adalah dengan tidak berganti-ganti partner seksual.