Sifilis salah satu infeksi penyakit menular seksual yang cukup terkenal dan paling sering terjadi. Munculnya sifilis akibat dari adanya sejenis bakteri bernama Treponemapallidum. Gejala awal dari sifilis dapat dilihat dari kemunculan luka kecil yang tidak terasa sakit, yang dapat timbul pada organ kelamin, anus atau bahkan di dalam mulut.Luka kecil ini memiliki sebutan chancre. Seringkali, luka berukuran kecil ini luput dari penglihatan sehingga sifilis tidak terdeteksi, bahkan hingga bertahun-tahun lantaran gejala yang tidak terlihat jelas. Saat hal ini terjadi, sifilis yang mengendap di dalam tubuh tanpa diobati malah dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ tubuh penting, seperti jantung dan otak.

Sifilis merupakan jenis penyakit menular seksual yang hanya dapat ditularkan melalui interaksi seksual menggunakan kelamin, dan tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet bersama dengan penderita sifilis maupun pemakaian peralatan makan atau pakaian.

Infeksi sifilis memiliki beberapa tahapan atau stadium, yaitu:

1. Sifilis primer

Sifilis primer terjadi sesaat setelah infeksi bakteri terjadi, diawali dengan luka chancre yang dapat muncul pada kelamin atau di dalam mulut, bergantung pada di mana pertama kali bakteri memasuki tubuh. Biasanya, chancre akan muncul sekitar tiga minggu setelah infeksi terjadi dan akan tetap ada hingga dua sampai enam minggu kemudian.

2. Sifilis sekunder

Sifilis sekunder merupakan tahapan kedua dari penyakit ini. Penderita sifilis mungkin mulai mengalami ruam pada kuli tdan rasa sakit pada tenggorokan. Ruam ini tidak terasa gatal dan kebanyakan akan muncul pada area telapak tangan dan telapak kaki. Biasanya, ruam ini bahkan tidak disadari kemunculannya. Selain muncul ruam, penderita mulai akan merasakan gejala seperti sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, rasa lelah, demam, penyusutan bobot tubuh, kerontokan rambut serta rasa ngilu pada persendian. Gejala-gejala ini dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, namun sebaiknya pengobatan tetap dilakukan untuk menghentikan infeksi.

3. Sifilislaten

Fase ketiga sifilis adalah sifilislaten atau fase tersembunyi dari sifilis tanpa ada gejala apapun dengan kondisi aktif menderita sifilis. Dalam fase ketiga ini, gejala fase kedua dapat muncul kembali atau penderita akan berada pada fase non aktif ini selama bertahun-tahun sebelum berlanjut ke fase terakhir.

4. Sifilis tertiary

Fase terakhir dari sifilis adalah fase tertiary yang pasti dialami oleh orang yang tidak menjalani pengobatan apapun untuk kondisinya. Kondisi sifilis yang paling serius ini dapat menyebabkan kebutaan, hilangnya indera pendengaran, penyakit mental, hilang ingatan, rusaknya jaringan lunak dan tulang, penyakit saraf seperti stroke atau meningitis infeksi neuro sifilis atau infeksi saraf tulang belakang atau otak, penyakit jantung bahkan kematian.

Jika terdapat gejala seperti gejala sifilis, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar tidak terjadi komplikasi serius.

Klinik Pandawa didirikan dengan berbadan hukum PT. PANDAWA MITRA MEDIKA dengan ijin NOMOR. 3/B.6.0/31.71.02/-1.779.3/2017. Operasional dari PTSP DKI Jakarta Pusat dan Dinas Kesehatan Jakarta Pusat. Klinik Pandawa ini didirikan oleh beberapa orang dokter yang berpengalaman, serta ahli terhadap kasus-kasus penyakit yang erat kaitannya dengan masalah Penyakit kelamin, Kulit, Bedah umum, dan Perawatan organ reproduksi pria (Andrologi), wanita (Ginekologi) perempuan, orang tua, atau orang muda termasuk anak-anak.