Sanksi Aturan Ganjil-Genap Minim Pemberitahuan

Aturan perluasan ganjil-genap di sejumlah jalan arteri di Ibu Kota resmi diterapkan mulai besok. Pengendara yang tidak mematuhi aturan itu akan dikenai sanksi bukti pelanggaran alias tilang. Tapi, hingga kemarin, di jalanan Jakarta belum ada pengumuman tentang ancaman sanksi itu. Di ruas Jalan D.I. Pandjaitan, misalnya, tak ada satu pun spanduk yang memberi informasi bahwa pengendara akan ditilang jika melanggar aturan ganjil-genap. Padahal, kawasan jalan D.I. Pandjaitan termasuk dalam daftar perluasan aturan ganjil-genap. Di persimpangan Jalan D.I. Pandjaitan, tepatnya di jembatan halte bus Transjakarta Cawang-Sutoyo, hanya ada spanduk bertulisan “Kawasan GanjilGenap 06.00-21.00 WIB. Uji Coba 2-31 Juli”. Spanduk itu dilengkapi dengan logo Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Di sepanjang jalan D.I. Pandjaitan juga tak ada lagi petugas yang berjaga dan menyaring kendaraan.

 

Mobil berpelat nomor ganjil pun masih berseliweran. Padahal, kemarin adalah hari dengan tanggal genap. Seharusnya hanya kendaraan berpelat nomor genap yang bisa melintasi jalan tersebut. Di ruas Jalan M.T. Haryono juga tak ada rambu ataupun spanduk pemberitahuan tentang penerapan aturan ganjil-genap yang disertai sanksi tilang. Yang ada hanyalah spanduk yang serupa dengan yang terpasang di Jalan D.I. Pandjaitan. Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Priyanto, mengatakan lembaganya masih menyiapkan rambu-rambu dan spanduk pemberitahuan untuk dipasang di ruas-ruas jalan sekitar jalur ganjil-genap. “Ada rambu portable yang akan ditempatkan pada 1 Agustus (besok). Jadi, bisa dipindah-pindahkan.” Dinas Perhubungan, kata Priyanto, menyiapkan sekitar 50 rambu-rambu yang bisa dipasang dan dicopot sesuai dengan kebutuhan. Meski belum ada pemberitahuan khusus tentang sanksi tilang, Priyanto yakin sudah banyak pengendara yang tahu bahwa mulai besok pelanggaran aturan ganjil-genap akan dikenai hukuman. “Melalui media juga bentuk dari sosialisasi,” kata dia