Prabowo di Dukung Oleh Partai Demokrat untuk Jadi Presiden

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pemilihan Umum 2019. Dukungan itu disampaikan setelah keduanya bertemu sekitar 2 jam 30 menit di rumah Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan. “Kami datang dengan satu pengertian bahwa Pak Prabowo adalah calon presiden,” kata Yudhoyono, kemarin. Yudhoyono menuturkan, kedatangannya merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo menyambangi rumahnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu. Menurut dia, pertemuan kemarin juga membahas visi dan misi koalisi yang bakal diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum pada masa pendaftaran 4-10 Agustus mendatang. Mengenai siapa yang bakal menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo, Yudhoyono menyerahkan keputusan tersebut kepada Prabowo.

 

“Yang penting rakyat memberi dukungan yang kuat,” ujarnya. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, menimpali bahwa partainya sudah bulat mendukung pencalonan Prabowo. “Insya Allah tidak akan berubah.” Prabowo mengatakan Gerindra sepakat dengan platform visi dan misi pemerintahan yang ditawarkan oleh Yudhoyono. Karena itu, Gerindra dan Demokrat bersepakat melakukan kerja sama politik dalam wujud koalisi dan akan mengajak partai lain. Dalam koalisi tersebut, Prabowo mengimbuhkan, Demokrat tidak menuntut posisi calon wakil presiden. “Ini kehormatan dan kepercayaan yang besar untuk IKLAN saya.” Dalam pertemuan kemarin,Yudhoyono ditemani Ketua Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Eddy Baskoro Yudhoyono. Setelah menerima kunjungan Yudhoyono, Prabowo bertemu dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS pada sore harinya. Pertemuan sekitar dua jam itu membahas rekomendasi Ijtima’ Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang mendorong Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri dan Abdul Somad sebagai calon wakil presiden untuk Prabowo. PKS berkukuh meminta Prabowo mengikuti rekomendasi Ijtima’ Ulama GNPF.“PKS menerima mana pun yang jadi kesepakatan dalam koridor rekomendasi dua pasangan itu,” ujar Sohibul. Sedangkan Prabowo mengatakan menerima rekomendasi tersebut namun tetap membuka kemungkinan calon lain. “Ijtima’ itu rekomendasi. Tapi keputusan akhir mekanismenya di partai politik,” kata dia. Setelah menemui Prabowo, Sohibul beserta Salim dan sejumlah petinggi PKS bertemu dengan Yudhoyono di Hotel Gran Melia, Jakarta. Dalam pertemuan tertutup tersebut, Demokrat dan PKS menyatakan siap berkoalisi untuk mengusung Prabowo sebagai calon presiden. Mengenai siapa yang menjadi calon wakil presiden, hal itu bakal dibahas dalam pertemuan partai koalisi. “Kami akan mencari yang terbaik,” kata Salim